Natuna – Bupati Natuna dengan tegas menyuarakan aspirasi masyarakat dalam Diskusi Publik percepatan pembentukan Provinsi khusus Kepulauan Natuna-Anambas, di Gedung Sri Srindit, Ranai, pada Rabu, 23 April 2025.
Dihadapan Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda dan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, Cen menyampaikan, harapan besar masyarakat Natuna dan Anambas untuk dapat berdiri sebagai provinsi mandiri demi mewujudkan kedaulatan di tanah sendiri.
“Selamat datang di Natuna, Ketua Komisi II DPR RI. Hari ini saya berbicara bukan hanya sebagai bupati, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang berharap agar bapak Rifqinizamy dapat menjembatani keinginan kami untuk menjadi provinsi sendiri,” ucap Cen.
Ia menuturkan, Natuna memiliki luas wilayah laut yang mencapai 139 ribu km² daratan dan 2 ribu km² lautan. Namun, menurutnya, kewenangan daerah masih sangat terbatas.
“Dengan luas sebesar itu dan potensi laut yang sangat besar, kewenangan daerah hanya 0,07 persen. Pemerintah pusat memperoleh PNBP hingga Rp15 triliun per tahun dari wilayah ini melalui WTP 7118, namun kami hanya menerima Rp5 miliar. Itu tidak signifikan.”
Cen menegaskan, bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan atas sumber daya alamnya, termasuk di sektor pertambangan.
“Dinas pertambangan saja kami tidak punya, bagaimana mungkin bisa mengontrol sumber daya kami sendiri? Dengan kewenangan hanya 0,07 persen, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Nelayan kami hanya jadi penonton di laut mereka sendiri.”
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan posisi strategis Natuna dan Anambas yang berhadapan langsung dengan delapan negara.
“Letak geografis kami sangat riskan dan penuh kepentingan global. Untuk itu, kami butuh seorang gubernur khusus untuk memimpin wilayah ini agar bisa berdaulat secara utuh.”
Ia berharap dukungan dari Komisi II DPR RI, dan pemerintah pusat untuk mewujudkan pembentukan provinsi khusus Natuna-Anambas sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya posisi strategis dan potensi besar wilayah tersebut.
“Kami ingin berdaulat di tanah kami sendiri,” tutup Bupati penuh harap. (Why/Sar)
Editor: Sar

Komentar