oleh

Peletakan Batu Pertama SMKN 13 Batam, Amsakar: Pendidikan Penentu Masa Depan Daerah

Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad melakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Negeri 13 Batam di Bengkong Pertiwi RW 13, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Senin, 13 Juni 2026.

Pembangunan sekolah baru tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan menengah kejuruan sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing menghadapi perkembangan Batam sebagai kawasan industri dan investasi.

Acara peletakan batu pertama turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batam, Camat Bengkong, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas SDM dan menjadi instrumen utama untuk mendorong transformasi sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk sukses hidup di dunia dan akhirat, jawabannya adalah pendidikan. Pendidikan merupakan jalan tercepat untuk melakukan transformasi kelas sosial menjadi lebih baik. Kehadiran kita hari ini adalah bentuk ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas SDM di negeri yang kita cintai ini,” kata Amsakar.

Ia mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Menurutnya, pembangunan manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemko Batam telah meluncurkan berbagai program di bidang pendidikan, mulai dari penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta hingga perluasan program beasiswa bagi mahasiswa.

Selain itu, pemerintah menghadirkan dua skema baru, yakni Beasiswa Anak Berprestasi untuk Keluarga Tidak Mampu dan Beasiswa Anak Berprestasi Hinterland. Program itu dijalankan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Amsakar menegaskan pemerintah ingin memastikan putra-putri Batam memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.

“Kami ingin mempersiapkan SDM Batam dengan matang agar tidak ada lagi narasi kekalahan dari anak-anak negeri yang merasa hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Pemerintah harus hadir dan berpihak agar anak-anak kita mampu mengambil peran dalam pembangunan Batam dan Kepulauan Riau di masa depan,” ujarnya.

Selain membahas sektor pendidikan, Amsakar juga menyampaikan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia. Ia mengungkapkan jumlah penerima bantuan sosial bagi lansia ditingkatkan dari 2.000 menjadi 4.000 orang, sementara nilai bantuan naik dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per penerima.

Terkait pembangunan SMKN 13 Batam, Amsakar menjelaskan Pemko Batam bersama BP Batam sejak awal mendukung proses penyediaan lahan yang diajukan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, koordinasi dengan Direktorat Lahan BP Batam dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam penyelesaian penetapan lokasi sekolah.

“Pembangunan sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi sedang menyiapkan peradaban dan masa depan Batam. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi akan dirasakan oleh generasi mendatang. Karena itu, saya mengajak seluruh tokoh masyarakat dan warga untuk bersama-sama mendukung agar pembangunan SMKN 13 ini berjalan lancar hingga selesai,” kata Amsakar. (Ham)

Editor: Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *