oleh

Wamenlu Soroti Kendala Ekspor Ikan Hidup Sedanau ke Hongkong

Natuna – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno menilai potensi budidaya ikan hidup di Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, sangat besar. Namun, akses pemasaran ke luar negeri masih menjadi kendala yang perlu segera dicarikan solusi.

Hal itu disampaikan Arif setelah meninjau langsung keramba budidaya ikan Napoleon dan kerapu di Sedanau bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Arif berdialog dengan Nato, salah seorang pengusaha budidaya ikan hidup di Sedanau. Dari pertemuan itu, terungkap adanya persoalan pemasaran ikan hidup asal Natuna ke Hongkong.

Arif mengatakan, persoalan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong. Nato juga diberi kesempatan untuk menjelaskan secara langsung kendala yang dihadapinya kepada Konsul Jenderal RI di Hongkong.

“Pak Nato menceritakan ada permasalahan pemasaran di Hongkong. Saya langsung telepon Pak Konsulat Jenderal kita di Hongkong,” ujar Arif.

Menurut Arif, pemerintah saat ini perlu terlebih dahulu memastikan kebijakan pemerintah Hongkong terkait pemasukan ikan dari Indonesia. Kejelasan aturan tersebut dinilai penting sebelum menentukan langkah penyelesaian.

“Ekspor ke Hongkong ada kesulitannya. Masih belum jelas sebenarnya pemerintah Hongkong itu kebijakannya seperti apa. Nanti akan kita klarifikasi lagi apa sebenarnya yang menjadi persoalan, baru kemudian kita cari jalan keluarnya,” katanya.

Arif menilai persoalan pemasaran tersebut perlu segera ditemukan akar masalahnya. Sebab, budidaya ikan hidup merupakan salah satu sektor yang menopang mata pencaharian masyarakat Natuna, terutama mereka yang tinggal di wilayah pesisir.

Menurut dia, terbukanya akses pasar internasional akan berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan usaha para pembudidaya. Karena itu, pemerintah perlu memastikan hambatan perdagangan tidak mengganggu potensi ekonomi masyarakat.

Kunjungan ke Sedanau juga menjadi kesempatan bagi pemerintah pusat untuk melihat secara langsung potensi perikanan Natuna sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi pelaku usaha.

Dengan komunikasi antara pemerintah Indonesia dan perwakilan RI di Hongkong, Arif berharap akar persoalan pemasaran ikan hidup dari Sedanau dapat segera diketahui. Pemerintah selanjutnya akan mencari jalan keluar bersama pemerintah Hongkong agar potensi perikanan Natuna dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. (Sar)

Editor: Juliadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *