Jabar, Acikepri.com — Ini seharusnya menjadi refleksi bagi tiap kepala daerah yang ada. Bahwa tidak ada daerah yang saling terlepas dengan daerah lainnya. Bahwa butuhnya sinergitas dan satu komando antara pucuk pimpinan dengan masing-masing pimpinan daerah lainnya.
Tentu meski akan beda tiap-tiap pendekatan yang dilakukan oleh sang kepala daerah tersebut. Sebab permasalahan banjir memang sudah sejak lama selalu terjadi hampir di tiap-tiap daerah di seluruh Indonesia. Apakah sang Gubernur mengajak duduk bersama para pucuk pimpinan di bawahnya untuk saling bersinergi pecahkan masalah di daerahnya masing-masing?![]()
Seperti kasus banjir di wilayah Jawa Barat, pernahkah Aher sebagai Gubernur yang berprestasi, mengajak pimpinan daerah saling komunikasi tentang masalah banjir yang terjadi di beberapa daerah kabupaten maupun kota?
Akhirnya, Emil merasa sangat bertanggung jawab di dalam penanganan masalah banjir maupun peristiwa longsor yang barusan saja terjadi di jalur Cianjur menuju Bandung. Sehingga akibat longsor tersebut akses jalan jalur Cianjur terputus menuju Bandung.
Bahkan Emil, merasa tidak sabaran untuk segera memanggil para bupati maupun walikota yang ada di wilayahnya. Dimana seperti yang dilansir oleh bisnis.com, Selasa, 13 November 2018.
Hal ini sudah lama ditunggu-tunggu beliau, sejak menjabat sebagai walikota Bandung dulu. Sebab tidak akan mungkin bisa menyelesaikan masalah banjir di daerah yang dipimpinnya dulu di Bandung, jika hal yang sama juga terjadi di daerah pimpinan kabupaten yang berdekatan dengan dia.
Disamping tidak ada wewenang beliau untuk mengatur para bupati lainnya, karena mereka memang setingkat, artinya masih satu level. Tapi jika beliau sudah menjadi gubernur sekarang, tentu beliau punya hak untuk memanggil dan menginstruksikan supaya kerja bersama di dalam penangangan masalah banjir di Jawa Barat.
Selamat bekerja dan melakukan inovasi bagi pengembangan Jawa Barat semakin lebih baik.
Sum: idstory.ucnews.ucweb.com
Editor: Red

Komentar