oleh

Walikota Serahkan 20 Ribu Bibit Pohon kepada Masyarakat Gunungsitoli

-Home-803 views

GUNUNGSITOLI, ACIKEPRI.com
Walikota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua, mengatakan bahwa sampah plastik merupakan suatu isu mendunia. Hal ini dikatakan Zebua saat menyerahkan 20 ribu bibit pohon kepada masyarakat, di Taman Ya’ahowu Kota Gunungsitoli Sumatera Utara, Rabu, 28 November 2018.

Terkait hal tersebut, Zebua langsung menginstruksikan kepada seluruh Camat/Lurah dan Kepala Desa di wilayah Kota Gunungsitoli untuk sering turun ke lapangan dan mengajak masyarakat untuk bergotong royong pembersihan lingkungan.

Zebua berharap agar aksi yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli terkait pelestarian lingkungan agar mendapatkan dukungan dari masyarakat. “Karena alam dan lingkungan tempat kita tinggal adalah tanggung jawab kita bersama,”  ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Yarniwati Gulo, menyampaikan, kegiatan Gerakan Peduli Lingkungan serta Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) bertujuan untuk menstimulasi dan memotivasi masyarakat Kota Gunungsitoli untuk sadar dan menjaga kelestarian alam lingkungannya. katanya

Dikatakannya, pelestarian lingkungan seperti penilaian kampung dan Sekolah Ramah Lingkungan. Hal ini yang diharapkan dapat menjadi semacam trigger bagi masyarakat, bahwa usaha-usaha dalam pelestarian lingkungan bukanlah hal yang mustahil dilakukan di masa sekarang ini.

“Kegiatan ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan tidak memerlukan biaya maupun usaha yang terlalu sulit,” ujarnya.

Sementara Siswi SMA Negeri 1 Kota Gunungsitoli, Martha Zalukhu, telah mengikuti Lomba Pidato Jambore Lingkungan Hidup Tingkat Sumatera Utara 2018, telah berhasil menyabet juara Harapan II dalam perlombaan tersebut, sebutnya

Ditambahkannya, aksi peduli lingkungan tidak sebatas kata-kata saja. Sudah saatnya setiap individu untuk peduli dan menganggap penting mengenai hal ini.

Terlebih, ia menekankan mengenai krisis air bersih yang melanda seluruh Negara di dunia. Jika mau, aksi yang dapat dilakukan sebenarnya tidak susah. Bisa dimulai dari diri kita sendiri, seperti mematikan keran air ketika tidak lagi digunakan, mengurangi penggunaan deterjen, maupun penggunaan air mineral dalam kemasan.

Pesan-pesan yang disampaikan dalam pidatonya ini sejalan dengan aksi 3R, Reduce – Reuse – Recycle yang telah lama dicanangkan oleh pemerintah terkait gerakan peduli lingkungan. Sekarang adalah pilihan kita untuk turut terlibat dalam sebuah aksi nyata atau hanya sebatas retorika saja.? sebutnya

Setidaknya sudah dimulai dengan aksi penanaman Pohon di Taman Ya’ahowu oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam rangka kegiatan Gerakan Peduli Lingkungan pada hari ini.

Bahkan Pohon ini merupakan sumbangan dari PT. PLN Area Nias sebagai bentuk kontribusi nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di Kota Gunungsitoli. ujarnya

Ia menyebutkan, bibit pohon itu berasal dari hibah Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Sum: Sinarpaginews.com
Editor: Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *