BATAM, ACIKEPRI.com — Satuan 81 Penanggulangan Teror (Satgultor) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-AD melakukan latihan pembebasan tawanan/sandra Kapal Tanker di Selat Malaka, dimulai pukul 04.15 WIB, Kepulauan Riau, pada Sabtu, 8 Desember 2018.

Komandan Satuan 81 Gultor Kopassus TNI AD, Kolonel Inf. Yudha Airlangga mengatakan, Satuan 81 merupakan satuan operasional dibawah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang berada di Cijantung, Jakarta Timur, dimana daerah operasi latihannya ada di seluruh wilayah Kesatuan Negara RI.
Dalam latihan pembebasan sandra kapal tanker di Selat Malaka sengaja dipilih di Batam mengingat tingginya tingkat kerawanan yaitu pembajakan kapal yang dapat terindikasi dengan adanya kegiatan tersebut.
“Latihan pembebasan sandra sengaja dipilih di Batam, karena tingginya tingkat kerawanan pembajakan kapal, sehingga dengan adanya kegiatan tersebut kami perlu mengenal daerah tersebut serta belajar dan bekerja sama dengan instansi lainnya yang berada disini,” ungkap Komandan Satuan 81 Gultor Kopassus TNI AD, Kolonel Inf. Yudha Airlangga.
“Dalam latihan tadi kita menurunkan 1 tim dengan skenario pembebasan sandra kapal di Selat Malaka, dengan tujuan sasaran latihan dapat meningkatkan bagaimana menyelesaikan masalah di laut serta mengenal cuaca laut karakteristik kapal disekitar Batam,” tambahnya.
“Harapannya dengan berlatih disini lebih banyak mengenal terutama aspek cuaca yang tentu berbeda dengan tempat kami berada di Jakarta,” tutup Yudha.

Komandan Kodim 0316/Batam, Letkol Inf Romel Jangga Wardhana, mengucapkan terima kasih kepada Satuan 81 Kopassus yang telah memilih Batam sebagai tempat latihan dimana wilayah Batam memiliki nilai yang strategis.
“Latihan ini sangat bermanfaat bagi wilayah Batam khususnya masyarakat, karena secara tidak langsung akan memberikan rasa aman dan nyaman di sekitar Batam, dimana Kopassus merupakan salah satu pasukan terbaik di dunia dan Indonesian, sehingga memberikan nilai positif bagi satuan dan wilayah kita sendiri,” tutup Romel.
Sum : Yuyun

Komentar