Jakarta –
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah
akan melakukan penyuntikan vaksinasi Covid-19 untuk publik di akhir April sama Mei.
“Tolong juga dipahami dan di-share ke teman-teman bahwa dijaga tahapannya. Kalau kita mau loncat, tolong pikirkan dampaknya ke teman-teman yang lain,” jelas Budi saat Kompas100 CEO Forum 2021 secara virtual, Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021.
Menkes memberi satu syarat terkait penerapan vaksinasi Covid-19 secara mandiri dan pemerintah terbuka dengan berbagai opsi yang bisa mempercepat vaksinasi, termasuk vaksinasi mandiri. Namun, pemerintah ingin memastikan hak atas kesehatan seluruh rakyat terjamin.
Budi Gunadi mengaku sudah banyak mendapat pesan singkat dari pengusaha dan kalangan mampu soal vaksinasi mandiri. Ia meyakini para pengusaha itu mampu membeli vaksin Covid-19 sendiri.
Namun, Budi menegaskan vaksin bukanlah produk individualis, melainkan harus bisa diberikan ke seluruh golongan. Sebab, pada prinsipnya vaksin corona bertujuan untuk melindungi diri sendiri dan orang sekitar, termasuk negara dan dunia.
“Karena saya yakin para CEO pasti ingin dapat akses lebih dulu dan Anda mampu untuk dapat itu (vaksin corona). Tapi tolong pikirkan seluruh rakyat Indonesia, karena enggak ada gunanya juga kalau kita disuntik yang lainnya tidak,” tutur Menkes dilansir dari infokabinet.id, Sabtu, 23 Januari 2021.
Meski begitu, Budi menegaskan belum ada keputusan soal vaksinasi mandiri. Pemerintah masih berpegang pada rencana vaksinasi massal secara gratis.
Adapun jadwal vaksinasi untuk masyarakat umum baru akan dimulai akhir April atau Mei 2021. Vaksinasi masyarakat umum ini berlangsung setelah jadwal untuk tenaga kesehatan dan pekerja layanan umum. Yakni Januari-Februari vaksinasi corona untuk 1,4 juta tenaga kesehatan. Lalu 17 juta pekerja layanan masyarakat di Maret-April, disusul 25 juta lansia setelahnya.(red)

Komentar