oleh

Sehari Menguntit Supriyanto, Sang Ujung Tombak Lanud Raden Sadjad

Natuna – Sekitar pukul 07.00 David Supriyanto memulai harinya dengan mengikuti apel. Usai apel dia menyusun berkas adminitrasi dan surat kantor.

Sorenya, Supariyanto menyambut kedatangan jamaah haji di Masjid Agung Natuna. Belum kering keringatnya, Supriyanto bergeges menuju pelabuhan Tanjungpayung Penagi, di sebelah selatan Lanud Raden Sadjad.

Kali ini, lelaki berusia 46 tahun itu, membantu para petugas pelabuhan mengatur penumpang kapal KM Bahtera Nusantara 01.

Sesekali, ayah dua orang anak ini terlihat membantu porter yang kesusahan mengangkat barang penumpang. Memang, penumpang kapal andalan warga Natuna itu selalu ramai, bahkan seorang lansia terlihat kesulitan menuruni kapal.

Lagi-lagi, Supriyanto turun tangan, dia segera mengambil kursi roda diujung pelabuhan, kemudian membantu lansia tersebut menuruni kapal hingga ke pintu keluar pelabuhan.

Sejatinya melayani penumpang bukan tugas Supriyanto, tetapi nalurinya berbicara, melayani rakyat adalah bagian dari tugasnya.

Ditanya apa dirinya lelah? Wajahnya sudah cukup menjawab kelelahan pada dirinya.

“Babinpotdirga adalah tangan kanan sekaligus ujung tombak Komandan Lanud Raden Sadjad,” ujar Supriyanto, Kamis sore lalu.

“Jelek baiknya Komandan ditentukan dari Babinpotdirga, itu pesan Komandan ke saya,” imbuh Supriyanto.

Tertarik lebih jauh dengan tugas Supriyanto sebagai Babinpotdirga Lanud Raden Sadjad. Lelaki berpangkat Sertu ini bercerita tantangan seorang Babinpotdirga adalah meraih kepercayaan masyarakat.

“Karena kami harus terlebih dahulu menghapus stigma TNI di masyarakat, bahwa TNI itu arogan dan galak,” ucap Supriyanto.

“Lihat sendirikan wajah saya ini udah hitam, kalau orang melihat seram, seakan galak,” sebutnya tertawa.

Supriyanto pun tak menyerah, menurutnya kepercayaan yang telah diberikan Komandan harus dilaksanakan.

Terbukti, hampir setiap hari ajakan ngopi dari warga memenuhi panggilan teleponnya.

Lanjut Supriyanto menjelaskan, sebenarnya tugas Babinpotdirga cukup luas. Meliputi pertahanan, komunikasi sosial, dan bakti TNI AU.

Melalui Babinpotdirga, sebut Supriyanto, TNI Angkatan Udara mengenalkan semangat kedirgantaraan kepada masyarakat. Harapannya, tentara langit ini semakin diterima di hati masyarakat.

Komandan Lanud (Danlanud) Raden Sadjad (RSA) Kolonel Pnb Dedy Iskandar. Foto (Sarwanto)

Mengaminkan Supriyanto, Komandan Lanud (Danlanud) Raden Sadjad (RSA) Kolonel Pnb Dedy Iskandar mengatakan, Babinpotdirga adalah tangan kanannya yang bisa masuk keseluruhan lapisan masyarakat.

“Saya harap kalau ada masukan dari masyarakat bisa melalui mereka, karena dengan kesibukan saya, saya tidak bisa langsung ke desa-desa,” ujar Danlanud RSA.

Danlanud berharap, Babinpotdirga mampu mengaplikasikan slogan AMPUH, Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis.

Penulis: Sarwanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.