oleh

33 Personel Marinir Jaga Pulau Terluar Indonesia di Natuna

Natuna – 33 Personel Satgas Marinir Kolakops I/Pasmar 1 mulai mengemban tugas di salah satu Pulau Terluar Republik Indonesia yang berada di Natuna, yaitu Pulau Sekatung, pada Rabu, 17 Juli 2024.

KRI Teluk Lampung – 540 tiba di Perairan Pulau Laut dan melaksanakan lego jangkar untuk melaksanakan Embarkasi dan Debarkasi Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (SATGAS PAM PUTER) tidak berpenduduk XXVIII TA. 2024/2025 yang berada di Pulau Sekatung.

Dihadiri oleh Komandan Pos TNI AL (POSAL) Pulau Laut, Letda Laut (KH) Rudi Roto, 33 personil Tim Satgas baru yang mengemban tugas operasi mulai melaksanakan serah terima.

1 Peleton Marinir tersebut selama bertugas menjaga Pengamanan Pulau Sekatung, dipimpin oleh Komandan Peleton (Danton) Letda Marinir Supriadi.

Satuan tugas tersebut selama melaksanakan Operasi berada dibawah kendali Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) I /Pasukan Marinir (Pasmar) 1, dan akan melaksanakan tugas operasi selama sekitar 12 bulan.

1 Peleton pasukan marinir yang akan Purna (selesai) penugasan dipimpin oleh Danton Letda Marinir Ruslan Abdul Ghoni akan kembali ke Jakarta menggunakan KRI Teluk Lampung – 540. Selesai melaksanakan Debarkasi dan Embarkasi, kapal perang jenis Frosch itu akan kembali berlayar.

“Selamat datang dan bertugas kepada Tim Satgas Pam Puter Pulau Sekatung, dan terima kasih atas sinergi dan koordinasi kepada Tim Satgas yang selesai melaksanakan operasi,” ungkap Danposal Pulau Laut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada prajurit Lanal Ranai, Posal Pulau Laut, aparat daerah, TNI-Polri, dan seluruh masyarakat Pulau Laut dimana selama bertugas dapat diterima dengan baik.

“Kami mohon maaf jika terdapat khilaf dan salah serta kami ijin pamit,” sambung Letda Marinir Ruslan.

Ditempat terpisah melalui Video Call, Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Maman Nurachman menyampaikan selamat datang, selamat bertugas Tim Satgas yang baru di Pulau Sekatung Natuna.

“Jalin kerjasama, komunikasi dan koordinasi yang baik dengan satuan samping serta masyarakat sekitar. Jaga nama baik Marinir dan TNI AL, kepada Tim Purna Satgas, saya ucapkan banyak terima kasih atas pengabdian dan selamat kembali ke Batalyon,” tuturnya.

Keberadaabn Satgas tersebut dikarenakan Pulau Sekatung merupakan salah satu bagian dari pulau-pulau terluar yang dimiliki Indonesia dan terletak diperbatasan, sehingga menjadi perhatian bagi pemerintah dan pimpinan TNI agar tidak terjadi klaim sepihak negara tetangga yang dapat merugikan negara, dan tetap menjadi bagian bangsa ini. (Why/Sar)

Editor: Sar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *