oleh

Bupati Cen Sui Lan Bawa Pasar Murah ke Pulau Terluar Natuna

Natuna – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat wilayah perbatasan dengan menggelar pasar pangan murah di Kecamatan Pulau Laut, salah satu kecamatan paling utara di Kabupaten Natuna.

Meski harus menghadapi tantangan gelombang tinggi dan cuaca laut yang cepat berubah, pemerintah daerah tetap memastikan bantuan pangan murah menjangkau masyarakat kepulauan terluar.

Program pasar murah tersebut menjadi lanjutan kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah. Bagi Cen Sui Lan, masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan harus mendapatkan perhatian yang sama, bahkan lebih besar, dibanding daerah yang memiliki akses transportasi lebih mudah.

“Ini upaya kita membantu masyarakat dalam mengontrol harga bahan pokok,” ujar Cen Sui Lan kepada wartawan, Kamis, 22 Mei 2026.

Kehadiran pasar murah itu merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Natuna dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya kebutuhan pokok di daerah kepulauan.

Perjalanan menuju Pulau Laut sendiri bukan perkara mudah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Natuna, Marwan Syaputra, bersama rombongan harus berangkat sehari lebih awal menggunakan pompong milik nelayan untuk membawa sembako pasar murah sekaligus sapi bantuan Presiden RI bagi masyarakat Pulau Laut.

“Kami tadi malam berangkat pak, bawa barang sembako dan sapi bantuan dari presiden. Alhamdulillah cuaca bagus,” kata Marwan.

Perjalanan laut selama kurang lebih empat jam itu menggambarkan tantangan distribusi logistik di Natuna yang masih sangat bergantung pada kondisi cuaca dan transportasi laut tradisional. Ketika cuaca memburuk, distribusi barang sering terganggu sehingga harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan ikut melonjak.

Karena itu, menurut Cen Sui Lan, pasar murah bukan sekadar kegiatan rutin pemerintah, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat perbatasan yang selama ini menghadapi tingginya biaya hidup.

Pemerintah Kabupaten Natuna pun berkomitmen melaksanakan operasi pasar murah secara bertahap di seluruh 17 kecamatan di Natuna guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Alhamdulillah kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan sebagai upaya membantu masyarakat,” ujar Cen Sui Lan.

Antusiasme masyarakat Pulau Laut terlihat tinggi saat pasar murah digelar. Warga berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasaran.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Natuna bekerja sama dengan Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta sejumlah toko mitra seperti Toko Berkah Sejahtera, Toko Suka Jadi, dan Toko Lestari Tanjung.

Beberapa kebutuhan pokok yang dijual antara lain minyak goreng Rp15 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp22 ribu, gula pasir Rp12 ribu dari harga biasa Rp18 ribu, beras PHP Rp58 ribu dari harga pasar Rp63 ribu, telur Rp50 ribu per papan, dan tepung Rp15 ribu.

Bagi masyarakat nelayan dan petani di wilayah kepulauan, selisih harga tersebut sangat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama saat kondisi cuaca memengaruhi pendapatan mereka.

Melalui program tersebut, Cen Sui Lan menegaskan bahwa pembangunan wilayah perbatasan tidak hanya soal pengamanan kawasan, tetapi juga memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar mendapatkan akses pangan yang layak dan terjangkau.

Di tengah tantangan geografis dan ganasnya ombak laut Natuna, Pemerintah Kabupaten Natuna berupaya memastikan masyarakat di wilayah terluar tetap merasakan kehadiran pemerintah dan tidak merasa ditinggalkan. (Sar)

Editor: Juliadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *