Natuna – Rencana pengoperasian Embung Sebayar sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Natuna menghadapi tantangan besar. Selain pembangunan infrastruktur, tingginya biaya operasional menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar layanan air bersih dapat berjalan secara berkelanjutan.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharudin, mengungkapkan bahwa hasil perhitungan awal menunjukkan biaya listrik untuk mengoperasikan sistem pompa Embung Sebayar diperkirakan mencapai sekitar Rp126 juta setiap bulan.
“Biaya listrik saja sudah sekitar Rp126 juta setiap bulan. Ini baru untuk operasional pompa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Zaharudin, sistem distribusi air dari Embung Sebayar menuju Bukit Berangin akan menggunakan tiga unit pompa berkapasitas besar. Namun, untuk menghemat biaya operasional, pihaknya hanya akan mengoperasikan satu unit pompa, sementara dua unit lainnya disiapkan sebagai cadangan jika terjadi gangguan atau kerusakan.
Langkah tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan menggunakan pompa berbahan bakar minyak.
“Kalau menggunakan mesin sendiri dengan bahan bakar minyak, biaya operasional bisa mencapai sekitar Rp414 juta per bulan. Itu pun dihitung saat harga minyak dunia belum mengalami kenaikan,” jelasnya.
Meski lebih hemat, biaya operasional sebesar Rp126 juta per bulan tetap menjadi beban yang cukup berat bagi Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna. Pasalnya, pendapatan perusahaan setiap bulan hanya berkisar antara Rp300 juta hingga Rp400 juta.
“Dengan pendapatan sebesar itu, untuk menutupi biaya operasional rutin dan gaji karyawan saja sebenarnya belum mencukupi,” kata Zaharudin.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyediaan layanan air bersih tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan dukungan pendanaan yang berkelanjutan agar operasional dapat terus berjalan tanpa membebani kondisi keuangan perusahaan.
Di sisi lain, Embung Sebayar tetap menjadi harapan besar bagi masyarakat Natuna dalam meningkatkan ketersediaan air baku dan mengatasi persoalan air bersih yang selama ini kerap terjadi. Keberhasilan proyek ini nantinya tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keberlangsungan operasionalnya dalam jangka panjang. (Sar)
Editor: Red

Komentar