Natuna – Pemerintah Daerah (Pemda) Natuna bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa terus memperkuat layanan air bersih melalui berbagai pembangunan infrastruktur.
Sejumlah proyek dengan nilai investasi besar tengah dijalankan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan, dapat terpenuhi secara optimal.
Upaya tersebut diawali dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp1,15 miliar untuk pergantian puluhan meter air pelanggan serta pengadaan fasilitas pendukung. Selain itu, di Kecamatan Sedanau juga dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ibu Kota Kecamatan (IKK) beserta embung dengan nilai mencapai Rp19 miliar.
Pemerintah juga membangun pipa transmisi Embung Sebayar dengan anggaran Rp16,4 miliar sebagai bagian dari penguatan sistem distribusi air bersih.
Meski demikian, pelayanan air bersih di Natuna masih menghadapi sejumlah kendala. Hingga kini, belum tersedianya fasilitas IPA yang lengkap serta kondisi jaringan pipa distribusi yang belum memadai menyebabkan penyaluran air bersih belum dapat menjangkau seluruh wilayah secara maksimal.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa, Zaharudin, mengatakan pihaknya bersama Pemda Natuna saat ini tengah melengkapi Readiness Criteria (RC) sebagai syarat pembangunan IPA lengkap yang direncanakan terealisasi pada 2027.
“Kami sedang melengkapi Readiness Criteria untuk pembangunan IPA lengkap yang dijadwalkan terbangun pada tahun 2027. Proyek skala besar ini akan didukung anggaran APBN sebesar Rp125 miliar,” ujar Zaharudin, Senin, 20 Juli 2026.
Ia juga mengungkapkan, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) telah menyerahkan kunci pengoperasian Embung Sebayar kepada Perumda Tirta Nusa. Embung dengan kapasitas 50 liter per detik tersebut dinyatakan siap beroperasi setelah berhasil melewati serangkaian uji coba.
Namun demikian, Zaharudin menilai tantangan berikutnya adalah tingginya biaya operasional. Apabila menggunakan generator set (genset), kebutuhan bahan bakar diperkirakan mencapai Rp690 juta per bulan.
Sebagai alternatif yang lebih efisien, penggunaan listrik dari PLN diperkirakan hanya membutuhkan biaya sekitar Rp126 juta per bulan.
“Langkah paling efektif dan rasional adalah menggunakan pasokan listrik dari PLN. Biayanya jauh lebih hemat dibandingkan menggunakan genset. Karena itu, dukungan koneksi listrik PLN menjadi sangat penting agar Embung Sebayar segera memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Pemda Natuna dan Perumda Air Minum Tirta Nusa berharap berbagai proyek yang tengah berjalan, termasuk pembangunan IPA lengkap pada 2027, dapat meningkatkan cakupan layanan air bersih dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (Sar)
Editor: Juliadi

Komentar