oleh

Bupati Cen Sui Lan Hibahkan Dua Lahan untuk Pembangunan Radar Maritim BMKG di Natuna

Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna mengambil langkah strategis untuk memperkuat sistem mitigasi bencana dan keselamatan aktivitas maritim dengan menghibahkan dua bidang lahan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dua lahan tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan High Frequency Radar (HF Radar) atau radar maritim BMKG di Kabupaten Natuna.

Penandatanganan hibah lahan berlangsung di Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Jumat, 4 Agustus 2026.

Dua lokasi yang disiapkan berada di Pengadah dan Tanjung, dengan total luas lahan hibah sekitar 9.240 meter persegi.

Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, hibah lahan tersebut diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat mitigasi bencana serta meningkatkan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di laut.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pemantauan laut menjadi penting bagi Natuna yang memiliki karakteristik sebagai daerah kepulauan dengan sebagian besar aktivitas masyarakat berkaitan erat dengan laut.

Nelayan menggantungkan kehidupan dari laut, sementara jalur pelayaran, transportasi, hingga aktivitas ekonomi juga sangat bergantung pada kondisi perairan.

Karena itu, informasi mengenai kondisi laut yang cepat dan akurat menjadi kebutuhan penting.

Cen Sui Lan berharap pembangunan dua HF Radar tersebut nantinya mampu menjadi bagian dari sistem pemantauan dan peringatan dini terhadap potensi ancaman di perairan Natuna.

Langkah Pemkab Natuna menghibahkan lahan tersebut juga menjadi bentuk pemanfaatan aset daerah untuk kepentingan yang lebih strategis.

Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini diarahkan untuk pembangunan infrastruktur teknologi yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Kepala BMKG Kabupaten Natuna, Rafael Marbun, membenarkan adanya hibah dua bidang tanah dari Pemkab Natuna untuk pembangunan HF Radar.

“Lokasinya di Pengadah dan Tanjung dengan total luas hibah kurang lebih 9.240 meter persegi,” ujar Rafael.

Ia mengatakan, penandatanganan hibah lahan telah dilakukan di Jakarta pada Jumat.

Menurut Rafael, HF Radar merupakan teknologi yang dirancang untuk melakukan pemantauan kondisi laut dalam jarak jauh secara real-time.

Keberadaan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi lebih cepat mengenai dinamika perairan sehingga mendukung mitigasi bencana dan meningkatkan keselamatan maritim.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Natuna yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan tower ini,” katanya.

Rafael menambahkan, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu BMKG dan pemerintah dalam mengantisipasi potensi bencana yang berkaitan dengan kondisi laut.

Bagi Natuna, kehadiran HF Radar dinilai memiliki nilai strategis. Perubahan cuaca, arus, gelombang maupun dinamika permukaan laut dapat terjadi dengan cepat sehingga membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.

Data yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam mengambil langkah antisipasi.

Bagi nelayan, informasi kondisi perairan dapat menjadi pertimbangan sebelum maupun ketika melaut. Sementara bagi pelayaran, informasi tersebut dapat membantu dalam menentukan langkah keselamatan perjalanan.

Pembangunan dua HF Radar juga menunjukkan bahwa upaya mitigasi bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi dipersiapkan jauh sebelumnya melalui penguatan data, teknologi, infrastruktur, koordinasi dan kesiapsiagaan.

Penandatanganan hibah lahan di Kantor BMKG Pusat menjadi tahap awal sebelum pembangunan dan pengoperasian fasilitas tersebut.

Dari lahan di Pengadah dan Tanjung, Pemkab Natuna berharap nantinya hadir dua fasilitas pemantauan yang dapat memperkuat kemampuan membaca kondisi laut Natuna.

Bagi daerah kepulauan, kemampuan mengetahui perubahan kondisi laut lebih cepat bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas di laut. (Sar)

Editor: Juliadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *