Natuna – Institut Agama Islam (IAI) Natuna melepas tim peneliti dan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta membuka ruang pertukaran ilmu dan budaya.
Pelepasan rombongan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jumat, 9 Oktober 2026, dihadiri Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, bersama jajaran IAI Natuna.
Dalam lawatan akademik tersebut, rombongan dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah di Malaysia, yakni Johor, Malaka, dan Terengganu. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari seminar antarbangsa, dialog alam pemikiran Melayu baru, KKN Internasional, penelitian, hingga pertukaran dosen.
Rektor IAI Natuna, Dr. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama akademik yang sebelumnya telah dibangun melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Menurut Umar, pelaksanaan KKN Internasional ini menjadi tonggak penting bagi IAI Natuna karena merupakan program pertama yang diselenggarakan kampus tersebut dalam skema pengabdian masyarakat lintas negara.
“Selain penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, ada juga kegiatan pertukaran dosen. Nantinya, dosen kita berkesempatan mengajar di sana, begitu juga dalam rangka memperluas kerja sama akademik yang telah dibangun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program akademik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung melalui interaksi dengan lingkungan pendidikan serta masyarakat di Malaysia.
Sebanyak sembilan mahasiswa mengikuti program KKN Internasional tersebut. Mereka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan akademik, memperluas wawasan, serta memperoleh pengalaman dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan lintas negara.
Umar juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Natuna yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendorong perguruan tinggi di Natuna mengembangkan kemitraan internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, menyambut baik keberangkatan tim IAI Natuna untuk mengikuti lawatan akademik dan KKN Internasional di Malaysia.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan peluang strategis untuk membangun jejaring, mempererat persahabatan antarbangsa, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Natuna di tingkat internasional.
Jarmin mengatakan pengalaman belajar di luar negeri dapat memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dan peneliti, terutama dalam mengembangkan keilmuan, bertukar pengetahuan, serta memahami keberagaman budaya.
“Saya berharap seluruh peserta lawatan dapat menjaga nama baik bangsa, daerah, dan almamater selama melaksanakan kegiatan di Malaysia,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjaga kedisiplinan, semangat belajar, serta menunjukkan karakter masyarakat Melayu Natuna yang santun, ramah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan selama berada di negara tetangga.
Jarmin berharap ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh selama mengikuti program tersebut dapat diterapkan setelah kembali ke Natuna. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan dan pembangunan daerah.
Program KKN Internasional dan lawatan akademik tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi IAI Natuna untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi dan institusi pendidikan di luar negeri. Kerja sama yang terbangun diharapkan terus berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran dosen, dan pengabdian kepada masyarakat. (Sar)

Komentar