Natuna – Ribuan mata tertuju pada iring-iringan peserta Karnaval Budaya yang memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna, Minggu, 11 Oktober 2026. Warga memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan beragam atraksi seni, tradisi, dan kreativitas yang ditampilkan peserta.
Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama suaminya, Raja Mustakim, Wakil Bupati Jarmin Sidik beserta istri, dan jajaran pemerintah daerah turut menyaksikan kegiatan tersebut.
Pawai dimulai dari Lapangan Bola Kaki Sri Serindit dan berakhir di kawasan Pantai Piwang. Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan berbagai pertunjukan yang merepresentasikan kekayaan seni dan budaya masyarakat Natuna.
Karnaval dibuka dengan penampilan drum band dari SMAN 2 Natuna. Suasana kemudian dilanjutkan dengan tarian prosesi pembukaan oleh Sanggar Langkadura yang mengantarkan iring-iringan peserta lainnya.
Selain penampilan peserta lomba, Sanggar Jaya Raya turut memeriahkan kegiatan melalui eksibisi hadrah. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara yang memperlihatkan keberagaman seni budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Atraksi lain datang dari Lanud Raden Sadjad (RSA) yang menampilkan eksibisi kendaraan hias berbentuk pesawat tempur. Sementara itu, SMAN 2 Natuna memperkenalkan tarian kurik kundi dan joged lambak, dua pertunjukan yang lekat dengan khazanah budaya Melayu.
Karnaval budaya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah sekaligus ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kesenian, pakaian tradisional, dan kreativitas kepada khalayak luas. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi berbagai kelompok seni untuk menunjukkan hasil pelestarian budaya yang mereka lakukan.
Antusiasme warga yang menyaksikan pawai menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap perayaan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah, peserta, dan masyarakat dalam satu kegiatan turut menciptakan ruang perjumpaan di tengah peringatan hari jadi Kabupaten Natuna.
Di tengah perubahan zaman, pelestarian budaya menjadi tantangan tersendiri bagi daerah yang memiliki kekayaan tradisi seperti Natuna. Pengenalan kesenian lokal melalui kegiatan publik diharapkan dapat memperluas pengetahuan generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya.
Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna melalui Karnaval Budaya diharapkan tidak berhenti sebagai agenda hiburan tahunan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, memperkuat kebersamaan, dan merawat identitas masyarakat Natuna. (Sar)

Komentar