Tanjungpinang, Acikepri.com — Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Arif Fadillah, mengungkapkan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk selalu mendukung kegiatan-kegiatan berbasis keagamaan, terutama seluruh agama yang ada di Kepri.
“Tumbuhnya kegiatan keagamaan diharapkan dapat meningkatkan iman dan takwa serta menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Arif di acara Silaturahmi dan Temu Ramah Dialog Kebangsaan bersama Prof. Mahfud, MD, di Masjid Agung Al-Hikmah Tanjungpinang, Jumat, 14 Juli 2018.
Menurut Arif, kerukunan umat beragama adalah modal penting dalam mensukseskan pembangunan yang telah direncanakan oleh Pemerintah.
Walaupun mayoritas penduduk Kepri beragama Islam namun sampai saat ini masih terjaga kerukunan hidup antar umat beragama karena masyarakat telah paham bahwa perbedaan peraturan dan peribadatan masing-masing agama bukanlah menjadi alasan untuk berpecah belah.
“Sebagai satu saudara dalam tanah air yang sama, kita harus menjaga kerukunan umat beragama di Kepri khususnya agar Indonesia tetapa menjadi satu kesatuan yang utuh, ucap Arif.”
Sementara itu, Mahfud, mengatakan, islam ramah terhadap perbedaan, sebab itu Nadhatul Ulama menolak kekerasan dan tidak memusuhi orang lain yang berbeda ras maupun menindas minoritas.
Mahfud menerangkan, Cinta kepada Tanah Air adalah bagian daripada iman. Walaupun slogan tersebut sebenarnya tidak ada dalilnya baik dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits akan tetapi NU menciptakan dalil ini sebagai produk ijtihad (pemikiran) bahwa jika kita ingin beriman dengan baik dan keimanan dapat terlaksana dengan baik maka kita harus mendirikan Negara.
“Kita semua harus bersama dalam ikatan kebangsaan karena bangsa itu bersatu dalam perbedaan-perbedaan, ujarnya.”
Mahfud menjelaskan, Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan ras maka Negara yang kita dirikan itu adalah Negara kebangsaan atau Negara kesepakatan.
Indonesia ini adalah Negara kesepakatan diantara seluruh suku bangsa yang berbeda-beda. Selanjutnya dalam perbedaan itu kita menerima sebuah pedoman bersama, ideologi negara, penuntun bersama dalam bernegara yaitu pancasila.
“Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa. Dalam Pancasila tersebut memberikan pesan bahwa orang beragama diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk melaksanakan ajaran agamanya masing-masing dan tidak boleh saling mengganggu, tindakan pemaksaan karena perbedaan agama, ujar Mahfud.”
Oleh karena itu Mahfud mengajak jamaah untuk membangun Negara ini dengan jiwa-jiwa islami. Silahkan melaksanakan ajaran agama masing-masing karena Negara melindungi kebebasan beragama yang tercantum didalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara.
Acara tersebut mengusung tema “Mengokohkan Semangat Nahdliyin Dalam Merawat Keberagaman dan Memupuk Rasa Cinta Tanah Air.”
Sum : Humaskepri
Editor : Red

Komentar