oleh

Bright PLN Batam Resmikan GITO di Kawasan Industri Kabil Batam Senin 1 April 2019

-Home-699 views

Batam, Acikepri.com – Untuk memaksimalkan penyeluran tenaga listrik dari sistem pembangkit ke sistem distribusi, bright pln Batam meresmikan Gardu Induk Tanpa Operator (GITO) di kawasan Industri  Kabil, Nongsa  Batam, pada Senin 1 april 2019 siang.

Dengan adanya GITO diharapkan mekanisme transmisi daya listrik yang effektif dan effisien dapat dihasilkan dengan maksimal dan mengurangi dampak kerugian akibat transmisi,
GITO merupakan salah satu altenatif dalam mendukung pengendalian terpusat untuk melakukan proses supervisi secara cepat dan akurat.

Supervisi yang cepat dan tepat sangat penting dalam menjaga keekonomian dan keefektifan proses penyaluran energi listrik, dengan mengganti peran operator dalam suatu gardu induk dengan aplikasi-aplikasi perangkat teknologi yang dapat meningkatkan kualitas informasi lebih up to date dan real.

Muhammad Nasir Fajri, General Manager (GM) Pembangkitan dan Transmisi bright PLN Batam disela-sela peresmian GITO mengatakan perkembangan dan pembangunan GITO di mulai sejak Agustus 2018. Dimana berbagai tantangan dalam pembuatan sistem tersebut menjadi ‘bumbu’ dalam prosesnya.

Meski ditemui berbagai halangan dan kendala, tak menyurutkan tim untuk ragu dan mundur dari pembuatan sistem ini. Dan Alhamdulillah ini bisa diselesaikan secara maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama bright PLN Batam Dadan Kurniadipura mengatakan dengan hadirnya GITO menjadi nilai tambah bagi bright PLN Batam dalam rangka efisiensi. Mengingat, biasanya gardu dioperasikan oleh 2 operator setiap shiftnya (ada 4 shift). Dan dengan melakukan modernisasi sistem ini cukup dikontrol secara langsung dari pusat.

“Tujuan program ini adalah untuk revenue melalui keandalan jaringan dengan meningkatkan efektivitas pelaksanaan operasi. Dan ini bentuk komitmen kami di bright PLN Batam untuk selalu bergerak maju dan memberikan yang terbaik untuk Kota Batam, khususnya pelanggan bright PLN Batam,” ujarnya.

Dari 11 gardu induk, tambahnya, ada 8 gardu induk yang dibuat menjadi GITO. Namun baru 4 yang sudah selesai yakni di Nongsa, Batu Besar, Muka Kuning dan Kabil. Sementara sisanya akan dilakukan pada Juli 2019 mendatang.

“Untuk ini semuanya, kita menggelontorkan nilai investasi mencapai Rp 1,8 Miliar,” tambahnya.

Sementara itu, Peters Vincen Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Kabil menyambut baik akan kehadiran Gito di kawasannya, karna dapat membantu aliran listrik yang stabil di kawasan kabil industri ini, sehingga dapat memaksimalkan hasil produksi yang baik.

“Dengan adanya infrastruktur yang ada di Batam, dengan stabilitas ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. dan Kami sangat berterima kasih kepada menejemen bright pln batam,” ungkapnya. (*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *