Pihak Kelurahan Tidak Memiliki Formulir Pengesahan Akte Lahir Anak : “Untuk Formulir Ambilnya di Disduk Capil”.

0
211

ACIKPEPRI.COM, Batam – Sistem pengurusan Administrasi Kependudukan (Aminduk) yang di terapkan oleh Pemerintah Kota Batam masih terkesan berbelit-belit.

Hal ini sering membuat warga kesulitan dan enggan untuk melakukan pengurusan dan melengkapi Administrasi Kependudukan. Yang mana smestinya Aminduk harus dimiliki oleh setiap Warga Negara.

Seperti yang terjadi saat ini di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung. Dimana dikantor milik pemerintah tersebut, tidak ada formulir untuk pengurusan pengesahan Akte Lahir. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan dari salah seorang pegawai di kantor Kelurahan Sei Lekop, Selasa 1/10/2019.

“Untuk formulir pengesahan Akte Lahir anak ambil formulirnya di kantor Disduk Capil Sekupang, karena Kita tidak pernah diberikan formulir itu,” ucap salah seorang pegawai Kelurahan.

Berdasarkan keterangan yang diterima awak media dari pegawai di Kelurahan. Warga harus ke Disduk Capil Sekupang untuk mendapatkan formulir. Setelah mendapatkan formulir, maka warga harus balik lagi kekantor Kelurahan untuk mengisi formulir, dan juga untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel Kelurahan. Setelah selesai diproses di Kelurahan, warga diminta kembali lagi ke Disduk Capil Sekupang untuk mengajukan berkas permohonan di Disduk Capil. Sungguh sangat ironis, dimana hanya untuk pengesahan akte lahir anak, warga harus melalui proses yang panjang, smdan berbelit-belit.

Tidak hanya itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kelurahan Sei Lekop, Nency Susilowati.M.SKM. Warga yang sudah membawa surat pengantar (domisili) dari perangkat RT/RW, masih harus kembali ke RT/RW untuk meminta tanda tangan RT/RW di formulir yang dibawa dari Disduk Capil Sekupang. Dengan kata lain, pengurusan ini harus dua kali mendapatkan tanda tangan dari RT/RW.

“Kan mereka yang punya formulir yang gini pak, kita kan belum dikasih formulir yang begini sama mereka (Disduk Capil-red). Kalau ini dipertanyakan sama kita, kita sepertinya gak bisa menjawabnya. Harusnya’kan mereka yang kasih sama kita,”ucapnya.

Saat dipertanyakan apakah untuk urusan ini warga harus dua kali meminta tanda tangan dan stempel RT/RW. Kasi Pemerintahan Sei Lekop menjawab, bahwa formulir tersebut formulir tersendiri, yang membutuhkan dua kali tanda tangan RT/RW.

“Kan’ ini form tersendiri Pak, memang tidak efektif sih, tapi kita punya pengurusan ya seperti itulah. Gini aja pak, intinya kita gak usah memperdebatkan itu. Sejauh ini warga belum ada yang komplain. Yang jelasnya kita belum pernah dikasih form ini,” jelas Kasi Nency kepada awak media.

Lurah Lanaja, yang ditemui seusai istirahat siang, juga mengaku tidak mengetahui terkait formulir tersebut. “Iya memang kita belum pernah terima form itu, ini sebagai masukan juga buat kami yang nanti akan kami usulkan pada rapat-rapat mendatang,” ucap Lurah Lanaja.

Sedangkan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sekupang, sampai berita ini dipublikasikan belum dimintai keterangan. Laporan :(Lm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.