oleh

Anggota DPRD Kepri Ubaingan Sigalingging Besuk Korban Pengeroyokan Di RSUD EF Batam

-Batam, Hukum, Kepri, Kriminal-1,829 views

Batam, Acikepri.com – Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Kepri, Ubaingan Sigalingging menyambangi Rumah Sakit Umum (RSUD) Embung Fatimah, sekira pukul 13.00 WIB, untuk membesuk korban pengeroyokan tersebut.

Dalam hal ini, kejadian pengeroyokan bermula terjadi pada Rabu malam sekira pukul 19.00 WIB. Ternyata korban merupakan salah seorang supir angkutan umum yang bernama Bangun Simatupang (21).

Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Kepri, Ubaingan Sigalingging, mengatakan bahwa kondisi korban saat ini parah, sehingga harus dibantu dengan menggunakan oksingen untuk alat bantu pernapasan.

“Perbuatan yang dilakukan kepada korban sungguh biadap dan siapapun pelakunya harus diproses secara hukum tanpa terkecuali,” ucap Ubaingan Sigalingging kepada wartawan Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut, Ubaingan menyampaikan bahwa dirinya mendapat informasi dilapangan terkait adanya pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat.

Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa pengeroyokan tersebut dipertontonkan di depan khalayak umum, sehingga menunjukkan contoh keberutalan yang sangat bertentangan dengan norma norma hukum dan sosial di Republik ini.

“Pada prinsipnya, apabila korban ada melakukan kesalahan atau tindakan yang dianggap melanggar hukum, maka seharusnya diproses secara hukum, bukan dibantai, dihajar dan dipukuli seperti ini,” tandasnya.

Untuk itu, DPRD Kepri melalui Ubaingan Sigalingging meminta kepada pihak yang terkait untuk menyelidiki kasus pengeroyokan tersebut guna diproses secara hukum.

“Apabila ada perbutan dari salah satu oknum aparat, maka kami meminta secara tegas kepada Pimpinan aparat supaya melakukan tindakan hukuman terhadap anggotanya, jangan dibiarkan dan harus diproses,” tegasnya.

Berikutnya, Ubaingan berharap kepada Pimpinan aparat agar segera melakukan tindakan tegas terhadap anggotanya supaya tidak menimbulkan rumor dan spekulasi di tengah masyarakat.

Terakhir, Ia menjelaskan bahwa apabila ini dibiarkan, maka akan menimbulkan ancaman dan teror kepada masyarakat, sehingga ada rasa ketidaknyamanan dan takut.

Hingga kini, kondisi Bangun Simatupang masih belum sadarkan diri dan masih dalam perawatan secara intensif oleh pihak RSUD EF.

(Team)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *