Natuna – Elemen Mahasiswa Natuna melakukan aksi demo di Kantor DPRD Natuna, di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Baru Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis 4 September 2025.
Kedatangan para mahasiswa disambut langsung pimpinan dan Anggota DPRD Natuna. Para mahasiswa langsung diarak menuju ruang rapat paripurna untuk melakukan audensi.
Hadir para Anggota DPRD Natuna, Rusdi, Wan Aris Munandar, Dedi Yanto, Suparman, Azi, Erwan Haryadi, Dardani, Hendry FN, Asmadi, Lamhot Sijabat dan Wan Ricci.
Dalam kesempatan itu, para mahasiswa menyampaikan 12 aspirasi. Dari aspirasi tersebut salah satunya bikin melongo saat salah satu Elemen Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Hergiawan menanyakan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Natuna.
Waki Ketua II DPRD Natuna, mengatakan, bahwa APBD Natuna disahkan 1,074 triliun. Pendapatan APBD 90 persen bersumber dari transfer pusat.
“Kalau untuk penyerapan APBD dan dana yang masuk ke kas daerah kami tidak tahu secara real, kami sifatnya menunggu,” kata Wan Aris.
Wan Aris menjelaskan, bahwa saat ini pemerintah kabupaten (Pemkab) Natuna sangat berhati-hati dalam penyerapan anggaran. Karena belanja gaji dan tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dulunya dibiayai APBN saat ini harus menjadi beban APBD Natuna.
Anggota dewan dua periode ini pun menerangkan, bahwa Pemkab Natuna tahun 2024 memiliki hutang kepada pihak ketiga untuk itu pembangunan Natuna tidak jalan atau stagnan.
Lantas, apa yang dikerjakan para Anggota DPRD Natuna, padahal mereka memiliki tugas dan fungsi untuk mengawasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (Sarwanto)
Editor: Sar

Komentar