oleh

Ada Dugaan Pungli Uang Komite di SKB Natuna, Dinas Pendidikan Merestui?

Natuna – Beberapa orang tua murid mengeluhkan adanya pungutan tidak lazim di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Natuna. Pungutan itu disebut-sebut untuk uang komite sebesar Rp30.000 per siswa per bulan serta uang belanja alat tulis sebesar Rp75.000 per siswa per semester.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Natuna, Rika Mulyani, mengaku jika pungutan itu tidak ada. Ia menanyakan dari mana wartawan mendapat informasi itu dan siapa yang memberitahu. “Siapa orangtuanya,” ucapnya.

Namun, ia justru mengakui ada pungutan uang komite dan sudah dirapatkan bersama Ketua Komite SKB Natuna dan orang tua murid saat penerimaan tahun ajaran baru. “Sebenarnya pungutan itu untuk membiayai kegiatan anak diluar jam belajar, bukan untuk pihak sekolah. Misalnya, kegiatan 17 Agustus dan kegiatan diluar kelas, pihaknya membeli hadiah, suvenir untuk anak-anak,” katanya.

Namun, ia tidak mengakui adanya pungutan uang belanja alat tulis sebesar Rp75.000 per siswa per semester. Sangkin khawatirnya informasi ini salah tulis, ia sampai menghubungi wartawan kembali, untuk memperjelas, jika pungutan hanya ada Rp30.000, bukan Rp75.000.

Ia kembali memperjelas, jika pungutan itu sudah berjalan tiap tahun dan tidak ada masalah dengan orang tua murid. “Rp30.000 itu untuk setiap kegiatan,” katanya lagi.

Dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 10 Ayat (2) sangat jelas melarang komite sekolah memungut uang dari peserta didik atau orang tua/wali. Jika ada pungutan mengatasnamakan komite, publik tentu bertanya, kemana dana Bantuan Oprasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) selama ini digunakan?

Hingga kini, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebuayaan Kabupaten Natuna, Sulaiman, belum berhasil dikonfirmasi. Informasi diterima, pungutan ini diketahui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna. (Sarwanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *