Batam – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol. Suhendri bersama Wali Kota Batam mendorong terbukanya kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan penutupan Pelatihan Kewirausahaan bagi Penyandang Disabilitas dan Pendamping Tahun 2026 yang digelar di Nagoya Hill, Batam, Kamis, 5 November 2026.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, Irwasda Polda Kepri, para pejabat utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, perwakilan DPRD, perangkat daerah, perusahaan, kepala sekolah luar biasa (SLB), serta para peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri mengapresiasi Pemerintah Kota Batam atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, penyandang disabilitas membutuhkan kepercayaan dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan serta potensi diri.
“Hal yang dibutuhkan saudara-saudara kita bukanlah sekadar rasa kasihan, melainkan kepercayaan dan kesempatan. Ketika kesempatan diberikan, mereka mampu membuktikan bahwa karya dan prestasi tidak mengenal batas,” ujar Suhendri.
Sementara itu, Wali Kota Batam menilai pelatihan kewirausahaan menjadi langkah penting dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian penyandang disabilitas.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya berakhir dengan pemberian sertifikat kepada peserta. Namun, harus dilanjutkan dengan dukungan permodalan, pendampingan usaha, serta perluasan akses kesempatan kerja.
Dengan demikian, para peserta dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, membangun usaha secara mandiri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Melalui Program Poliran, Polda Kepri turut mendorong perluasan kesempatan kerja dengan menerapkan konsep 3M, yakni merekrut, melatih, dan menyalurkan tenaga kerja.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Prioritas Kapolri Quick Wins 1, Pengungkit 3, yaitu Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), yang menitikberatkan pada sinergi Polri dengan berbagai pihak untuk mendukung penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah seorang peserta pelatihan, Rian, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan motivasi sekaligus bekal keterampilan untuk mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kemandirian.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat membuka peluang kerja maupun usaha sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan lebih luas untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan dunia usaha, Polda Kepri berkomitmen terus mendorong terciptanya kesempatan kerja yang inklusif.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran sekaligus mewujudkan masyarakat Kepulauan Riau yang mandiri, produktif, dan sejahtera. (Dody)

Komentar