Batam – Komisi IV DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Marcopolo Shipyard, Kamis, 27 Oktober 2022 kemarin. Sidak ini dilakukan pasca kejadian laka kerja yang menewaskan dua orang karyawan.
Korban dari laka kerja di perusahaan tersebut ada empat orang. Dimana dua diantaranya meninggal dunia dan dua orang lainnya luka parah.
Anggota Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, PT Marcopolo sudah sering terjadi laka kerja.
“Sering terjadi kecelakaan kerja di PT Marcopolo itu. Bukan kali ini saja. Setiap laka kerja selalu memakan korban jiwa,” katanya, Sabtu, 29 Oktober 2022.
Ia menyebut, PT Marcopolo Shipyard merupakan salah satu perusahaan yang lalai akan keselamatan karyawan. Atas itu, ia minta pengawas tenaga kerja dari Disnaker Kepri untuk menindak tegas, bahkan bila perlu di blacklist.
Tak sampai di situ saja, pernyataan dari Production Manager PT Marcopolo Shipyard, Mike, membuat pihaknya kecewa. Perusahaan menyebut korban hanya seperti luka bakar terkena knalpot.
“Tapi, saat kami berkunjung ke rumah korban yang selamat ini, nyatanya kaki korban luka bakar serius dan masuk kategori parah,” kata Udin.
Tak cuma itu, perusahaan tersebut belum melibatkan karyawannya di BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.
“Kita memang berharap ada investor masuk di Batam, tapi kita bukan berarti mengabaikan nasib karyawan,” kata dia.
Penerapan K3 di PT Marcopolo, lanjutnya, juga sangat lemah. Ia harap polisi bertindak tegas atas kejadian tersebut.
“Saya tidak percaya apa yang disampaikan oleh pihak perusahaan. Terlalu banyak dalih. Satu pun tak ada yang bisa dipercaya dari ucapan Pak Mike itu,” ujar Udin, berang.
Komisi IV DPRD Batam akan memanggil perusahaan untuk duduk bersama. Dalam pekan depan, akan dilakukan RDP dengan PT Marcopolo Shipyard.
Editor: SR

Komentar