oleh

Pulau Akar Geosite Mungil Tersembunyi Ditengah Lautan Natuna

-Natuna-1,862 views

Natuna – Kabupaten Natuna banyak menyimpan berbagai macam wisata, kurang rasanya tak berkunjung kesalah satu wisata Pulau Akar yang terletak di Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

Pulau Akar berada di ujung dermaga Desa Cemaga. Pulau kecil ini seperti tersembunyi di tengah lautan Natuna, Kepri. Pulau ini termasuk mungil karena hanya seluas 250 meter persegi, berada di tengah lautan.

Tapi walaupun kecil, Pulau Akar tidak pernah mengalami abrasi oleh terjangan ombak di musim utara yang menghempasinya. Batu alam yang mengelilingi Pulau Akar bak disusun oleh arsitek menjaga pulau ini dari keganasan ombak laut. Pepohanan kecil tumbuh kerdil menghiasinya membuat Pulau Akar memiliki panorama indah yang tidak pernah ditemukan di tempat lain.

Geosite Pulau Akar. foto (ist)

Pulau Akar memiliki hamparan bebatuan dan pasir yang cantik. Sangat cocok sebagai tempat untuk menikmati deburan ombak, atau melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Dari bibir pantai Pulau Akar yang mungil ini, kita bisa melihat luasnya lautan Natuna atau hanya sekedar duduk menikmati indahnya matahari terbenam. Bebatuan berwarna hitam legam berkilat menambah daya tarik eksotis, kontras dengan gradasi warna laut biru tosca yang terhampar di hadapannya.

Fasilitas di Geosite Pulau Akar. foto (sar)

Untuk menuju Pulau Akar kita bisa mengunakan transportasi darat dengan jarak 23 km dari kota Ranai. Posisi Pulau Akar berada di arah selatan Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna. Berjarak sekitar 26 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit berkendara.

Disana kita bisa menikmati beberapa fasilitas, diantaranya Masjid, gazebo, wc, makanan khas Natuna, segarnya air kelapa, dan pemandangan yang indah apabila menunggu hingga terbitnya matahari.

Pemandangan di Pulau Akar. foto (sar)

Pulau Akar juga merupakan salah satu situs Geosite Natuna yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada tanggal 30 November 2018 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) karena di pulau ini terdapat mineral dan bebatuan yang unik, bebatuan itu merupakan batu basal dengan struktur pillow lava, tersusun oleh piraksen, gelas vulkanik (paloganit).

Asal-usul kenapa dinamakan pulau akar, konon dulunya ada satu jenis kayu Penaga, yang sangat bagus untuk di jadikan pompong (perahu). Kayu ini sendiri tumbuhnya di bibir pantai.

Pada saat itu, kayunya ditumbangkan dan dijadikan pompong (perahu), tetapi akarnya sudah menjalar sampai ke tumpukan bebatuan yang tidak jauh dari bibir pantai. Dari akar itulah akhirnya tumbuh salah satu pohon Penaga, yang lokasinya kini di sebut pulau Akar.

Di Pulau Akar, diperkirakan umur bebatuan Geosite sudah berusia kurang lebih 145 -188 juta tahun.(adv/sarwanto)

Editor: SR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *