Batam – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, I Wayan Wiradarma, bertindak sebagai inspektur upacara dalam Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam Tahun 2026 yang digelar di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Rabu, 17 Juni 2026.
Dalam amanatnya, I Wayan Wiradarma menegaskan bahwa pelaksanaan Upacara 17 Hari Bulan tidak sekadar menjadi agenda rutin pemerintahan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat jati diri serta tanggung jawab sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat menaruh harapan besar kepada seluruh aparatur pemerintah agar senantiasa bekerja dengan menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalisme, efektivitas, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
“Kepercayaan publik harus terus dijaga melalui sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” tegasnya di hadapan peserta upacara.
Pada kesempatan tersebut, Kajari Batam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam yang selama ini terus menjaga soliditas dan sinergi dalam mendukung stabilitas dan pembangunan daerah.
Ia menilai kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, termasuk persoalan ekonomi dan dinamika sosial di tengah masyarakat.
I Wayan mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, masyarakat diharapkan mampu menyikapi setiap perbedaan secara bijaksana, tenang, dan dewasa agar tidak menimbulkan perpecahan.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut menjadi sumber perpecahan,” ujarnya.
Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, Batam dinilai membutuhkan situasi yang aman, kondusif, dan mendukung iklim investasi. Karena itu, Kejaksaan Negeri Batam berkomitmen untuk terus menjalankan tugas secara profesional serta memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga memiliki peran strategis dalam menciptakan kepastian hukum, menjaga stabilitas daerah, serta memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dan investor yang menanamkan modalnya di Kota Batam.
Selain menyoroti pentingnya stabilitas daerah, Kajari Batam juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, merawat drainase, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong guna meminimalkan risiko banjir. “Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kebersihan drainase dan saluran air harus menjadi perhatian agar risiko banjir dapat diminimalkan,” katanya.
Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam Tahun 2026 tersebut diikuti unsur Forkopimda, TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta perwakilan instansi vertikal dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Acara berlangsung khidmat sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan publik, menjaga persatuan, dan mendukung pembangunan daerah. (Ham)
Editor: Juliadi

Komentar