NATUNA, ACIKEPRI.com — Sebanyak 31 prajurit pangkalan udara (Lanud) TNI AU Raden Sadjad (RSA) mengahalau demontran yang mulai anarkis di bandara Raden Sadjad. Para pendemo masuk ke bandara RSA untuk menuntut penurunan harga tiket yang dinilai begitu mahal.
Bebagai spanduk dibentangkan sebagai sarana untuk mengungkapkan inspirasi mereka. Dengan berbagai mediasi yang dilakukan antara Lanud RSA dengan perwakilan pendemo, bentrokan fisik dapat dihindari.
Kejadian tersebut merupakan ilustrasi latihan pasukan Penindak Huru-Hara (PHH) Lanud RSA yang merupakan bagian dari Pasukan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) yang salah satu fungsinya selain sebagai pasukan pertahanan pangkalan terhadap serangan musuh dari luar juga di masa damai dapat digerakkan untuk melaksanakan Penindakan Huru-Hara apabila terjadi kerusuhan demo di lingkungan Lanud RSA.
Latihan tersebut disaksikan langsung oleh Komandan Lanud RSA Kolonel Pnb Prasetiya Halim di Appron Hanggar Timur Lanud RSA, Jumat, 28 Desember 2018.
Latihan PHH bagi personil Lanud RSA merupakan salah satu upaya untuk mengingatkan kembali dan mengenalkan cara serta prosedur penindakan Huru-Hara kepada prajurit Lanud RSA.
Danlanud RSA Kolonel Pnb Prasetya Halim berharap, para prajurit akan dapat memahami pelaksanaan tugas PHH apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan demonstrasi oleh massa.
Penulis : Sarwanto

Komentar