BATAM, ACIKEPRI.com – Pemerintah Provinsi Kepri bersama bright PLN Batam berhasil menerangi puluhan kampung atau desa-desa yang ada di pelosok Kota Batam, melalui program listrik Desa Barelang Terang.
Kesuksesan ini, ditandai dengen penyalaan sambungan listrik untuk dua Desa di Kampung Baru dan Kampung Air Lingka secara simbolis di Kantor Lurah Kampung Baru, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Provinsi Kepri oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto bersama Buyung Abdul zalal Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha bright PLN Batam serta unsur muspida, muspika hingga masyarakat setempat pada Selasa, 20 Agustus 2019.
Di dua kampung ini, nantinya akan ada 280 kepala keluarga (KK) akan menikmati layanan listrik dari bright PLN Batam selama 24 jam.
Sementara sepanjang tahun 2019, tercatat sudah sudah ada 18 kampung atau desa wilayah Barelang Batam yang telah dialiri listrik dengan jangkauan panjang jaringan listrik mencapai 50,22 Kilometer (bersumber dari pembangkit di Panaran) dan total investasi mencapai Rp 17,53 Miliar.
“Kami sangat bersyukur oleh adanya program listrik desa selama 24 jam ini. Sebelumnya, kami hanya bisa menikmati aliran listrik dari pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, itu pun menggunakan genset,” terang Emi, Salah satu waga setempat saat ditemui diperkampungan tersebut.
Ia juga mengatakan, dengan hadirnya listrik pedesaan ini secara tidak langsung membantu masyarakat dalam berbagai hal. Salah satunya biaya yang harus dikeluarkan.
“Saat menggunakan genset selama 6 jam itu, kami harus membayar (iuran) Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu untuk setiap kepala keluarga. Jadi dalam sebulan setidaknya saya mengeluarkan uang sekitar Rp 300 ribuan untuk listrik selama 6 jam setiap harinya,” tambahnya.
Namun, dengan hadirnya listrik desa dari bright PLN Batam ini pihaknya mengaku akan lebih memaksimalkan dirinya dalam menjajakan usahanya yang menjual barang-barang sembako di tokonya hingga malam hari.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sabtu, Ketua RT 1/RW 5 di Desa Air Lingka yang mengatakan bahwa, keberadaan listrik pedesaan akan membuat anak-anaknya yang menggunakan laptop dalam menyelesaikan tugas dari sekolahnya bisa terlaksana pada malam hari.
“Kadang sedih juga lihat anak-anak kita yang dapat tugas dari gurunya, namun mengerjakannya harus di laptop. Kadang tidak maksimal dalam kondisi kelistrikan yang sebelumnya. Kini dengan adanya ini semua, saya yakin anak-anak kita akan semakin giat belajarnya,” terangnya.
Sementara itu, Buyung Abdul Zalal Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha bright PLN Batam disela-sela sambutannya mengatakan, program listrik pedesaan yang diresmikan hari ini merupakan desa terakhir dari beberapa desa-desa serta pelosok yang telah dialiri listik oleh bright PLN Batam.
Untuk aliran listrik ke Kampung Baru dan Air Lingka ini, bersumber dari listrik yang ada di pembangkit Panaran. Dengan menarik jaringan sejauh 60 kilometer (KM), dengan kondisi jaringan utamanya mencapai 12 KM dan 8 KM untuk jaringan yang masuk hingga pelosok desa.
“Artinya apa? Setelah dua desa ini teraliri, maka Tugas bright PLN Batam dalam melistrikan daerah-daerah di pelosok di Batam sudah selesai. Namun demikian, kegiatan ini tidak hanya berhenti disini saja. Akan tetapi tetap terus kami lakukan,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, tambahnya, Ratio bright PLN Batam dalam mengaliri wilayah kerjanya (di Batam) sudah lebih dari 100 persen. Namun secara keseluruhan baru 99 persen. Artinya masih ada desa-desa lainnya yang harus dilistriki.
“Untuk program-program yang akan datang. Kami sudah membuat roadmap bersama institusi terkait untuk melistriki semua dusun. dan akan kita selesaikan di tahun 2020,” terangnya.
Menanggapi ini semua, Plt Gubernur Kepri Isdianto mengaku apa yang sudah dilakukan oleh bright PLN Batam dalam menerangi daerah pelosok di Batam ini perlu mendapatkan ‘jempol’, mengingat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Bagi saya, apa yang dilakukan oleh bright PLN Batam perlu mendapatkan apresiasi lebih. Dan kita berharap semua desa-desa yang belum dialiri di Provinsi Kepri, nantinya bisa ikutan juga mendapatkan fasilitas seperti ini. Namun tentunya ini tugas dari PLN, bukan bright PLN Batam. Yang jelas saya sangat bangga dan apresiasikan ini semua,” terangnya. (IDN)

Komentar